KISAH RASUL 7 (BERDOA DAN MENGAMPUNI)
Kisah Para Rasul 7:59 - 60, mengatakan: sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku". Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
Kisah Stefanus ini, sangatlah luar biasa. Stefanus seorang pelayanan Tuhan yang dipilih untuk melayani orang miskin (Pasal 6), Stefanus yang penuh iman dan Roh Kudus. menjadi kesaksian yang luar biasa, karena Stefanus menyelesaikan panggilannya sampai akhir hidupnya, walaupun mengakhiri kematiannya dengan hal yang tidak biasa, mati dilempari batu karena menceritakan injil.
Sebelum kematiannya yang tragis, Stefanus berdoa, katanya Tuhan Yesus, terimalah rohku dan janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka. doa yang sederhana tapi memiliki makna yang luar biasa. Kalimat “Terimalah rohku” dan “janganlah tanggung dosa ini kepada mereka” dalam Kisah Para Rasul 7:59–60 memiliki makna teologis dan rohani yang sangat dalam. Berikut penjelasannya secara jelas dan kontekstual:
1. “Terimalah rohku”
Ucapan ini disampaikan oleh Stefanus saat ia dirajam sampai mati.
Artinya:
Stefanus menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan Yesus, bahkan pada saat kematian.
Ia mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan yang berkuasa atas hidup dan kematian, sejajar dengan Allah Bapa.
Kalimat ini mencerminkan iman akan kehidupan kekal—bahwa kematian bukan akhir, melainkan peralihan menuju hadirat Tuhan.
👉 Secara teologis, ini menunjukkan:
Kepercayaan kepada Kristus yang bangkit dan hidup.
Keyakinan bahwa roh orang percaya diterima oleh Tuhan, bukan lenyap.
2. “Janganlah tanggung dosa ini kepada mereka”
Ini adalah doa Stefanus bagi orang-orang yang sedang membunuhnya.
Artinya:
Stefanus mengampuni musuh-musuhnya, bahkan saat mengalami ketidakadilan dan kekerasan.
Ia meneladani Yesus di kayu salib yang berkata:
“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)Doa ini menunjukkan kasih Kristus yang radikal—kasih yang tidak dibatasi oleh penderitaan pribadi.
👉 Secara rohani dan etis:
Pengampunan bukan tanda kelemahan, tetapi buah iman yang dewasa.
Kasih Kristen memanggil orang percaya untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
3. Makna Utuh Ayat Ini
Kisah Para Rasul 7:59–60 mengajarkan bahwa:
Iman sejati bertahan sampai akhir, bahkan dalam penderitaan.
Pengampunan adalah puncak kesaksian iman Kristen.
Kematian Stefanus bukan kekalahan, melainkan kesaksian kemenangan iman.
Kesimpulan
Ayat ini menegaskan bahwa:
Orang yang hidup dalam Kristus dapat menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dengan penuh iman dan mengasihi serta mengampuni sesama sampai akhir, sekalipun disakiti.
Komentar
Posting Komentar